malam setelah secangkir kopi.
Malam ini aku sendirian di kamar, usai menghabiskan secangkir kopi dan bercengkerama dengan dua orang teman se-mess. Kepalaku terasa ringan karena sebelumnya aku hair spa dan karena kopi tentunya. Jariku ringan menari di atas keyboard. Namun kamarku masih berantakan karena aku belum beberes seminggu ini dan lemburan yang tak kunjung aku kerjakan. Aku sudah merasa sumpek usai solo open tripku ke Karimun minggu lalu. Gelapnya kulit juga belum hilang tapi rasa senangku sudah sirna begitu aku menginjakkan kaki di sini. Tempat yang pernah aku impikan namun sekarang sedikit menyesal. Hah. Kuhela napas panjang dulu sebelum kembali melanjutkan ceritaku. Aku spontan bertanya pada teman yang mengajakku untuk bekerja di sini, setahun lalu. Ya, tepat tahun lalu di tanggal ini. “Temen-temennya gimana? Toxic nggak?” tanyaku. Dia, yang waktu itu masih di sini hanya menyahut, “Kamu lihat aja deh nanti. Baik-baik semua kok. Paling nanti bosen kalau di mess terus.” Lalu aku masuk. Dan ternyata… ternyata...