Berita Kehilangan
Kepulangan Jendra memang akhir dari hidupnya tapi hal itu pula yang diamini masyarakat sebagai pertanda agar lahir kembalinya reformasi setelah lama dikorupsi oleh para elit yang duduk nyaman di kursi dewan. Tak ada tangis air mata yang membanjiri tubuh kaku Jendra, bahkan dari sang ibunda. Beliau hanya sibuk merapal doa untuk kepergian sang buah hati tercinta. Almamater kebanggaan Jendra tergantung di dinding ruang keluarga kediamannya. Noda memerah masih membekas di bagian dada, juga di ingatan "Buk, Jendra berangkat!" suara teriakan terakhir Jendra dari teras rumah masih terngiang di telinga. Ia sudah siap menggeber motor bebeknya menuju meeting point yang disebar luaskan sejak malam sebelumnya. Tak lupa jas identitas kampus ia masukan kedalam tas punggungnya. Ibu Dewi—ibu Jendra, tak memiliki pertanda buruk apapun mengenai kepergian Jendra. Pagi itu ia hanya mengingatkan Jendra untuk pulang tak terlalu larut malam. Jendra mencium tangan Ibunya. Mimiknya tak m...