Menua itu Harus!

Beberapa malam lagi, genap usiaku seperempat abad. Sebuah pencapaian yang lumayan membuatku kalang kabut. Duh dek, semakin uzur Hayati. Nggak kerasa banget udah dikasih hidup selama itu sama Tuhan. Rasanya kayak kemaren baru lahir.

Quarter Life Crisis? Jelas! Bagaimana tidak, diusiaku yang sudah seharusnya mampu berdiri di kaki sendiri, aku masih saja begini. Berlindung di bawah ketek orang tua. Mau tak mau, suka tak suka yang namanya manusia masih bernapas selalu membandingkan hidupnya sama orang lain, ditambah kemajuan teknologi yang bikin kita semakin gampang mengintip gaya hidup orang lain.

Tarik napas panjang. Huft. Undangan nikahan silih berganti datang dan sekarang sudah diselingi sama undangan ulang tahun bocah-bocah di McD. Nggak ngerti lagi, sudah berapa banyak temen yang sudah punya anak. Sedangkan aku. Jomblo binti pengangguran.

Menganggur boleh, goblok jangan!

Sejumput kutipan dari influencer yang akhir-akhir ini sering aku stalking instagram-nya itu seperti menamparku. Bener juga, sih. Apa salahnya sementara ini menganggur. Toh, juga masih berusaha untuk mendapatkan tempat terbaik di tengah hiruk-pikuk dunia kerja yang fana.

Cinta tak perlu di cari karena cinta akan datang sendiri di waktu dan orang yang tepat.

Perkara jodoh, biar Tuhan yang jawab. Hayati siap kapan saja, kalau itu sudah kehendak yang Kuasa. Toh, Hayati juga berusaha memantaskan diri setiap harinya. Jujur sama diri sendiri, lebih mengenal dan mencintai diri sendiri pula. Pasti Dia akan memberi dia yang sepadan dengan Hayati. Ahay...

Copyright © catatan sudarnowati. Designed by OddThemes