Berkawan Dengan Kegagalan

Kalau kau belum tahu rasanya penolakan, itu seperti luka menganga akibat hunusan pedang. Perih apabila terkena sesuatu namun apabila sudah sembuh, jangan kau tanya lagi rasanya, aku sudah lupa.

Kegagalan adalah masa dimana kelemahan kita diuji, ditekan, dan ditempa. Tak ada pilihan lain selain menerima kenyataan, mengumpulkan sisa tenaga untuk kembali bangkit dari keterpurukan, dan menghadapinya.

Titik terendah seumur hidupku, terjadi belum lama ini. Resign dari pekerjaan, tak lekas mendapat kerja kembali. Belum bisa melanjutkan sekolah yang sudah tertunda.

Tapi dari sana, aku banyak belajar untuk bersabar. Because at the right time, He will make it happen. Tuhan punya cara sendiri dalam bekerja, jauh dari pikiran kita, dan setiap rencana-Nya tak ada yang kebetulan.

Tetap berusaha, ternyata rencana Tuhan indah pada waktu-Nya. Aku bisa melanjutkan studi di tempat yang tidak sama sekali aku duga sebelumnya. Kesempatan baru, kenalan baru, pengalaman mahal lainnya, aku dapatkan.

Expect for the best and preparing for the worst. 

Kita boleh minta pengharapan apapun tetapi jangan lupa untuk mempersiapkan mental untuk kemungkinan terburuk yang bisa terjadi kapan saja. Kalau hati kita siap, semua akan kita hadapi dengan gagah bahkan kita akan mempersilakan kegagalan itu melangkah terlebih dahulu.

Kini, aku jauh lebih kuat dari hari kemarin. Berfikiran lebih positif dalam segala keadaan. Bahkan tanpa disadari terkadang aku menantang kegagalan itu sendiri, "Silakan datang kepadaku. Aku akan makan engkau dan menjadikanmu lompatanku untuk lebih besar lagi. Wait me for the next battle!"

Sounds like adrenaline junkie, right? Gimana dengan kalian? Sudah siap untuk melawan kegagalan?
Copyright © catatan sudarnowati. Designed by OddThemes