Jumat, 19 April 2019 0 comments

Jika Aku Lahir Kembali

Banyak permohonan aneh yang kadang terlontar dari hati. Tiap kali terucap, aku tak tahu sebenarnya apa yang aku maksud. Entah ini permintaan bodoh atau memang aku yang terlalu takut untuk melanjutkan hidup.

Terombang-ambing tak tentu arah dalam kehidupan yang fana. Apa yang ada di dalam hati, sering kali tak sejalan dengan apa yang terjadi. Akal sehat dan logika tak lagi seirama. Tak dapat lagi membedakan kehendak diri sendiri dengan kehendak duniawi.

Template.

Fase hidup manusia sekarang sama. Lahir, belajar, bekerja, berkembang biak. Tak salah memang. Tapi, apakah itu kehidupan yang benar-benar ingin dijalani?

Tak dapat dipungkiri kalau kita hidup sesuai dengan "apa kata orang". Orang disini bisa diartikan orang lain atau orang terdekat kita.

Buktinya?

Lahir, kita tak punya pilihan untuk terlahir dari rahim ibunya mana. Kaya atau miskin. Latar belakang budaya, suku, agama, atau ras yang mana. Kalo boleh memilih, saya juga mau. Cari ibu yang secantik Sophia Latjuba, sepandai Maudy Ayunda, sekeren Susi Pudjiatusti, atau anak Proklamator Megawati.

Next, setelah itu kita sekolah yang pasti pilihan orang tua. Bisa jadi sampai kuliah, jurusan dan institusi yang kita masuki bukan pilihan hati nurani kita. Orang terdekat kita kadang mendesain sedemikian ruoa sehingga jurusan yang dulu ia ambil itu merupakan satu-satunya jalan yang membuat masa depan kita terbentang indah. Berani jamin?

Usai itu, tempat kita kerja bisa jadi bekas perusahaan temoat orang terdekat kita bekerja. Nepotisme? Hal basi yang sudah semua orang tahu. Tak perlu ditutup-tutupi. Angin akan berbisik, memberitahu fakta yang sebenarnya.

Terakhir, berkembang biak. Ini menjadi rentetan peristiwa panjang yang memusingkan jiwa dan raga. Katanya, tidak hanya menyatukan dua kepala. Ini kejadian yang mempersatukan dua keluarga. Dua kepala saja sudab cukup pusing apalagi dua keluarga. Tak mungkinkan, kalau orang terdekatmu tak ambil alih atau tak mengkonfrontasi sama sekali. Ya, kecuali dirimu memang tak punya siapa-siapa. Tarzan aja punya, masa kalian enggak.

Mati muda, Lahir kembali

Lebih baik aku mati muda. Menghentikan hidupku di usia sekiranya aku masih sanggup untuk bersenang-senang, lebih menuruti keinginan hati daripada tuntutan dunia.

Sebelum semesta meredup dalam kegelapan dan bintang kehabisan energi untuk bersinar, aku ingin hidup mengikuti kata hatiku.

Masih banyak pilihan hidup yang belum sempat ataupun takut untuk aku ambil. Makanya, kalau Tuhan berbaik hati memberi kesempatan untuk hidup sekali lagi, aku ingin mencoba mengambil kesempatan itu. Mencoba pilihan lain yang semoat terlewatkan.

Kdr, 05.05.2019

Kamis, 21 Februari 2019 0 comments

Postingan Pertama Untuk Yang Kedua

 Hello world!

Sesuai judul, sebenernya ini bukan blog pertama saya. Dulu, dulu banget, sebelum rasa malas mendera dan mendarah daging, saya sempat membuat blog. Ya, walaupun entah ada yang mampir atau tidak.

Langsung aja kita kenalan, nggak perlu basa-basi yang busuk lagi. Sudah terlalu sering soalnya.

Saya, sudarnowati. Jelas ya, karena pake "wati" dipastikan saya berjenis kelamin perempuan. Asalnya dari daerah yang berlokasi di garis 6050’ – 7o10’ Lintang Selatan dan garis 109035’ – 110050’ Bujur Timur secara astronomi.

Walau lahir dan besar disana tapi saya ditempa di banyak tempat yang berbeda. Seperti sekarang, saya sedang berada di sebuah kota, tempat para pendahulu negara ini lahir. Semoga saya juga bisa mengikuti jejak mereka, ya. Saya sedang menempuh pendidikan sekarang. Jauh dari dunia tulis-menulis sebenarnya. Tapi saya ingin abadi seperti Opa Pram. Walau bumi sudah melumatnya, karyanya tetap dikenang.


As you know, saya punya akun wattpad. Disana saya menulis beberapa cerita yang sekelebat muncul di imajinasi, beberapa juga terinspirasi dari film yang saya tonton. Tujuan bikin blog ini bukan untuk mempromosikan work saya di wattpad semata, melainkan saya ingin memiliki wadah atau media untuk menuangkan segala keresahan hati saya dan yang paling penting meluruhkan imajinasi saya.



"One day I'll read my life like a story and the way that I want to remember it."

Nggak terlalu muluk-muluk, kan? Lewat blog ini, saya ingin menumpahkan segala cerita yang sengaja maupun tak sengaja mampir di hidup saya. Semoga ada manfaat dan hikmah yang bisa di petik ya. Semoga anak cucu saya nantinya juga bisa baca tulisan saya ini. Biar mereka tahu kalau ibunya, neneknya, atau buyutnya ini pernah merasakan kejamnya kehidupan.



"Kuli molek pemuja Soedrajat, penjelajah buta arah, penyeduh kata, perapal pustaka, penikmat lakorn, Puthinator, muggle."

Dulu saya pernah bekerja di proyek, sebelum negara api menyerang. Bukan sebagai kuli tentunya, melainkan sebagai Quantity Surveyor maka dari itu saya sangat memuja Soedrajat sebagai pencipta buku sakti, "baceman" aka "kepekan" sejuta calon insinyur bangunan Indonesia seperti saya ini.


Selain itu, saya juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai petualang. Tapi ya begitu, saya buta arah sampai sekarang. Saya masih bingung membedakan mana utara mana selatan, yang penting saya tidak buta kemana arah masa depan saya. Betul, kan? Hehehe.


Malu sih, mengaku sebagai traveller karena jujur saja masih satu gunung yang saya daki dan beberapa puluh meter bibir pantai yang saya jamah. Belum sehebat travel blogger sekelas Om Febrian atau Her_journeys dan instagram boyfriend-nya yang habis dilamar atas pesawat.


Saya sangat suka untaian kata indah yang penuh makna. Tak melulu dari buku roman, dari dialog film pun kadang saya tuliskan di note saya. Selain jadi penyemangat, membaca kutipan juga membuat saya lebih bersyukur menikmati berkat yang sudah Tuhan kasih. Toh, burung di langit pun Ia perihara. Apalagi kita ciptaan-Nya yang paling sempurna.


Entah kenapa, saya cenderung menyukai lakorn atau drama Thailand daripada Korea atau Jepang. Bukan melulu soal cast-nya yang rupawan sih. Buktinya kalau disuruh menyebutkan satu-persatu, saya juga tak hapal. Saya lebih suka jalan ceritanya yang ringan dan kadang dibumbui dengan komedi.


Muggle. Jelas sekali kalau saya penyuka film Harry Potter. Tak tahu, berapa kali saya sudah mengulang film tersebut. Terlebih kalau libur semester seperti bulan Januari lalu, sudah dipastikan seharian saya akan menontonnya secara maraton.


Untuk urusan telinga, saya cocok dengan suara mas Charlie Puth. Range vokalnya yang luar biasa, menjadi kelebihannya. Selain itu, dia benar-benar bertalenta sebagai song-writer, producer, sekaligus sound engineer. Terbukti lewat album Voicenotes gubahannya yang di nominasikan sebagai Best Engineer Album di grammy ke 61, kemarin. Selain itu saya juga menyukai Mitch Grassi, Dimash, dan TNT Boys.


Dari negeri sendiri saya menyukai Sheila on 7, Kerispatih, Fiersa Besari, Fajar Merah, dan masih banyak lainnya. Sebenarnya saya menyukai random genre. Semua tergantung suasana hati, mana yang mau saya dengarkan. Cukup aneh, ya? Hehehe....



"Layaknya setangkai bunga, aku juga butuh waktu untuk mekar."

Pada Postingan Pertama untuk yang Kedua ini, saya tak menampik kalau kedepannya saya akan terseok-seok dalam konsistensi penulisan blog. Bukan sebagai alibi atau alasan, kalau semua butuh proses. Tetapi saya harus meyakinkan diri kalau saya mampu dan akan berjuang segenap tenaga. Mohon kesabarannya dan pengertiannya sebagai manusia yang tak sempurna.

Penutup, semoga nantinya semesta mengijikan pertemuan kita yang kedua dan yang selanjutnya. Sekian.


Ketjup mandja dari sudarnowati.
 
;