Postingan Pertama Untuk Yang Kedua

 Hello world!

Sesuai judul, sebenernya ini bukan blog pertama saya. Dulu, dulu banget, sebelum rasa malas mendera dan mendarah daging, saya sempat membuat blog. Ya, walaupun entah ada yang mampir atau tidak.

Langsung aja kita kenalan, nggak perlu basa-basi yang busuk lagi. Sudah terlalu sering soalnya.

Saya, sudarnowati. Jelas ya, karena pake "wati" dipastikan saya berjenis kelamin perempuan. Asalnya dari daerah yang berlokasi di garis 6050’ – 7o10’ Lintang Selatan dan garis 109035’ – 110050’ Bujur Timur secara astronomi.

Walau lahir dan besar disana tapi saya ditempa di banyak tempat yang berbeda. Seperti sekarang, saya sedang berada di sebuah kota, tempat para pendahulu negara ini lahir. Semoga saya juga bisa mengikuti jejak mereka, ya. Saya sedang menempuh pendidikan sekarang. Jauh dari dunia tulis-menulis sebenarnya. Tapi saya ingin abadi seperti Opa Pram. Walau bumi sudah melumatnya, karyanya tetap dikenang.


As you know, saya punya akun wattpad. Disana saya menulis beberapa cerita yang sekelebat muncul di imajinasi, beberapa juga terinspirasi dari film yang saya tonton. Tujuan bikin blog ini bukan untuk mempromosikan work saya di wattpad semata, melainkan saya ingin memiliki wadah atau media untuk menuangkan segala keresahan hati saya dan yang paling penting meluruhkan imajinasi saya.



"One day I'll read my life like a story and the way that I want to remember it."

Nggak terlalu muluk-muluk, kan? Lewat blog ini, saya ingin menumpahkan segala cerita yang sengaja maupun tak sengaja mampir di hidup saya. Semoga ada manfaat dan hikmah yang bisa di petik ya. Semoga anak cucu saya nantinya juga bisa baca tulisan saya ini. Biar mereka tahu kalau ibunya, neneknya, atau buyutnya ini pernah merasakan kejamnya kehidupan.



"Kuli molek pemuja Soedrajat, penjelajah buta arah, penyeduh kata, perapal pustaka, penikmat lakorn, Puthinator, muggle."

Dulu saya pernah bekerja di proyek, sebelum negara api menyerang. Bukan sebagai kuli tentunya, melainkan sebagai Quantity Surveyor maka dari itu saya sangat memuja Soedrajat sebagai pencipta buku sakti, "baceman" aka "kepekan" sejuta calon insinyur bangunan Indonesia seperti saya ini.


Selain itu, saya juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai petualang. Tapi ya begitu, saya buta arah sampai sekarang. Saya masih bingung membedakan mana utara mana selatan, yang penting saya tidak buta kemana arah masa depan saya. Betul, kan? Hehehe.


Malu sih, mengaku sebagai traveller karena jujur saja masih satu gunung yang saya daki dan beberapa puluh meter bibir pantai yang saya jamah. Belum sehebat travel blogger sekelas Om Febrian atau Her_journeys dan instagram boyfriend-nya yang habis dilamar atas pesawat.


Saya sangat suka untaian kata indah yang penuh makna. Tak melulu dari buku roman, dari dialog film pun kadang saya tuliskan di note saya. Selain jadi penyemangat, membaca kutipan juga membuat saya lebih bersyukur menikmati berkat yang sudah Tuhan kasih. Toh, burung di langit pun Ia perihara. Apalagi kita ciptaan-Nya yang paling sempurna.


Entah kenapa, saya cenderung menyukai lakorn atau drama Thailand daripada Korea atau Jepang. Bukan melulu soal cast-nya yang rupawan sih. Buktinya kalau disuruh menyebutkan satu-persatu, saya juga tak hapal. Saya lebih suka jalan ceritanya yang ringan dan kadang dibumbui dengan komedi.


Muggle. Jelas sekali kalau saya penyuka film Harry Potter. Tak tahu, berapa kali saya sudah mengulang film tersebut. Terlebih kalau libur semester seperti bulan Januari lalu, sudah dipastikan seharian saya akan menontonnya secara maraton.


Untuk urusan telinga, saya cocok dengan suara mas Charlie Puth. Range vokalnya yang luar biasa, menjadi kelebihannya. Selain itu, dia benar-benar bertalenta sebagai song-writer, producer, sekaligus sound engineer. Terbukti lewat album Voicenotes gubahannya yang di nominasikan sebagai Best Engineer Album di grammy ke 61, kemarin. Selain itu saya juga menyukai Mitch Grassi, Dimash, dan TNT Boys.


Dari negeri sendiri saya menyukai Sheila on 7, Kerispatih, Fiersa Besari, Fajar Merah, dan masih banyak lainnya. Sebenarnya saya menyukai random genre. Semua tergantung suasana hati, mana yang mau saya dengarkan. Cukup aneh, ya? Hehehe....



"Layaknya setangkai bunga, aku juga butuh waktu untuk mekar."

Pada Postingan Pertama untuk yang Kedua ini, saya tak menampik kalau kedepannya saya akan terseok-seok dalam konsistensi penulisan blog. Bukan sebagai alibi atau alasan, kalau semua butuh proses. Tetapi saya harus meyakinkan diri kalau saya mampu dan akan berjuang segenap tenaga. Mohon kesabarannya dan pengertiannya sebagai manusia yang tak sempurna.

Penutup, semoga nantinya semesta mengijikan pertemuan kita yang kedua dan yang selanjutnya. Sekian.


Ketjup mandja dari sudarnowati.
Copyright © catatan sudarnowati. Designed by OddThemes