Kamis, 12 Oktober 2023 0 comments

read this when you sad.

Enjoy your feeling! Nikmati itu selagi kamu bisa bersedih. Menangislah selagi air matamu ada, kalau hal itu bisa melegakan hatimu. Apalagi beberapa hari lalu, sesak di dadamu sulit mereda karena kamu tak bisa menangis. Jadi nikmati dan syukuri apa yang kamu rasakan hari ini.

Tapi yang perlu kamu ingat, masih banyak hal yang patut membuatmu bangga atas segala hal yang sudah kamu lalui. Masih banyak orang yang sayang dan peduli padamu walau cara mereka untuk mengungkapkannya berbeda-beda. Masih banyak tempat yang belum kamu kunjungi. Masih banyak barang yang pengen kamu beli.

Sudahi sedihmu malam ini, ya. Ga usah kebanyakan mikir omongan orang lain, mereka kalau ngomong juga nggak pake mikir kok dan memang ga semua orang perlu kamu baikin. Kamu ga bisa bikin semua orang bahagia, kamu ga akan mampu. 

Sudah, besok kamu harus kembali berperang. Kembali menjadi kamu yang bodo amat dan sok misterius. Jadi kamu yang mulai berani membenci orang dan gak peduli sama asumsi orang lain yang nggak bisa kamu kontrol.

Jangan terlalu keras sama dirimu! Ga usah gengsi buat turunin ekspektasimu sendiri. Hidup tetep terus jalan, ga peduli gimana perasaanmu ataupun mood-mu hari ini. Jangan merasa dirimu penting!

Aku ga bakal semangatin kamu karena percuma, bukan itu yang pengen kamu denger kan? Sabar aja kalau emang sudah waktunya dan Tuhan mengijinkan, kamu bakal dapat yang kamu mau kok. Kamu anak baik, anak cantik, dan kamu pantes buat dapetin apa yang kamu mau. You deserve peace, rest, healing, and happy. Sabar aja, Tuhan udah siapin bagianmu. Sudah, jangan sedih lagi. 

Sabtu, 02 September 2023 0 comments

sepiring nasi goreng untukku sendiri.

Biasanya aku tak mengapa duduk sendirian menghabiskan sepiring nasi goreng. Tak papa, menikmati secangkir kopi sendiri. Berani berjalan keluar sendirian kemana-mana. Tapi aku yang hari ini sedang tak ingin sendirian. Aku yang hari ini butuh seorang teman bercerita. 

Aku sedang lelah mendengar cerita yang sebenarnya membebaniku. Cerita cinta sepasang manusia yang sebenarnya hanya terhalang oleh gengsi dan ego masing-masing. Bertanya harus berbuat apa namun sebenarnya ia hanya butuh validasi kalau apa yang ia perbuat selalu benar. Kisah hubungan orang tua dan anak yang tak selalu baik-baik saja. Ataupun pengalaman hidup yang sebenarnya lebih pahit dari yang aku simpan. Semua beradu seolah yang paling gelap. Apa mereka mau bertanya bagaimana dengan ceritaku?

Aku yang hari ini tak sedang ingin mendengar. Aku yang hari ini sedang berada di puncak egoku hanya ingin di dengar oleh seseorang. Namun semua seakan menghindar ketika egoku di ujung lidah. Tapi aku masih tak bisa meminta. Semua ketakutan sudah menghadang sebelum aku berekspektasi. Aku tak pernah ada gairah untuk memohon.

Nanti ketika egoku mulai turun dan aku perasaan lelah ku tak kunjung reda, aku akan menghilang. Walau sekarang aku belum tahu mau kemana, yang pasti aku akan terus mencari seseorang yang pas untuk mendengar ceritaku yang sama sekali belum terungkap secara utuh.

Sekarang, aku titip maaf dahulu kalau tiba-tiba si pendengar ini menghilang. Mungkin saat itu tiba, aku sudah berada di tengah cerita lain atau semoga aku sudah menemukan pendengarku.

Jumat, 18 Agustus 2023 0 comments

masih ada yang peduli aku?

Hari ini katanya kamu punya teman. Tapi kamu malah makan sendirian di tempat biasa kita membicarakan kehidupan. Kamu yang jarang meminta untuk ditemani makan, mengecek ombak untuk pertama kalinya. Kamu menahan napas, berharap jawaban sesuai yang ada di kepala. Ternyata masih ada yang menganggapmu sebagai teman. Label itu tidak bertepuk sebelah tangan.

Kamu masih tenang sepanjang perjalanan pulang. Paling tidak nanti malam aku tidak merasa sendiri. Kamu yang sudah mengangkasa tidak ingin terjatuh. Kamu mengikat erat semua yang bisa kamu genggam. Namun semakin erat kamu menggenggamnya, semua berhamburan seperti pasir. Semua pergi satu-persatu. 

Kamu tak tahu mengapa ketika aku yang punya suara semua senyap. Namun ketika kamu hanya menjadi pengikut, semua berjalan lancar begitu saja. Apa ini hanya perasaanmu saja.

Kamu masuk ke dalam grup tetapi tidak satu circle.

Duduk sendirian di tengah keramaian kedai kopi ini seperti mengingatkan kalau pada akhirnya, kamu akan sendirian. Tak peduli seberapa banyak temanmu, seberapa luas circlemu, atau seberapa banyak tawa yang kamu umbar. Semua hanya ingin kehadiranmu ketika kamu punya sesuatu yang menguntungkan untuk mereka.

Awalnya kamu akan berkata tak mungkin. Namun semakin kesini dan melihat kenyataannya, semua semakin jelas. Kamu hanya tumbal. Kamu hanya cctv yang ditaruh di sudut ruangan dan akan diajak bicara ketika mereka butuh informasi. 

Apa mereka peduli dengan perasaanmu? 

Apa mereka peduli dengan kehadiranmu? 

Apa mereka peduli dengan pendapatmu? 

Tidak ada satupun yang kamu jawab iya, kan? Dan kamu masih tidak percaya dengan hati kecilmu itu. Ketika kamu butuh teman bicara, semua menjauh. Namun sebaliknya ketika mereka sedang goyah dengan hidupnya, kamu selalu ada dan bersedia datang walau kamu harus melewati badai di kepalamu sendiri. 

Lepas topeng senyummu itu satu persatu. Jangan paksa bibirmu untuk tersenyum walau sebenarnya kamu sudah lelah dengan yang kamu hadapi. Menangislah kalau itu bisa melegakan hatimu. Dunia memang kejam, yang mengaku kawan belum tentu akan datang menyelamatkan. Kamu harus berani menghadapi pertempuranmu sendirian.

Jangan sungkan menolak jika memang kamu merasa sudah tak sejalan. Berteriaklah tanpa menunggu kamu terhimpit. Belajar untuk sedikit tega. Apa yang ada di kepalamu bukan berarti salah. Hati yang kamu jaga, tidak menjagamu juga. Kamu yang selalu mencoba mengerti tak selamanya dimengerti.

Rasa tidak enakmu itu perlahan melahap suaramu. Pelan, senyap, dan tidak berasa. Semua yang ada di kepalamu sirna karena rasa tidak enakmu. Kamu memupuk rasa tidak percaya dirimu.

Sekarang kamu menuai semua yang kamu tanam. Suaramu tak pernah dianggap ada dan kamu hilang dalam kesendirianmu. Tangis semakin tak terdengar dan gema suaramu menghilang.

 
;