Entah gimana dulu bisa betah nulis ini novel. Walau lama juga sih kayaknya dulu bisa tamat. Sempet naik turun juga moodnya buat nulis. Kalau nggak salah inget, dulu nulis ini pas awal-awal jadi pengangguran sampe dapet kerja juga sempet ngelanjutin ini novel. Inget banget dulu naik Trans Jakarta sambil ngetik ini di wattpad, udah banyak yang diketik ternyata nggak nge-save. Amsyong emang dulu.
Ide awalnya sih udah lama di kepala. Soal cinta-cintaan anak SMA-lah ya. Walau umur udah tuwir tapi kepala masih muda kok ini. Masih berasa baru kemaren bolos ke koperasi sekolah, dicari-cari guru BK gara-gara rok yang kependekan juga sering. Pokoknya kocaklah jaman sekolah dulu.
Kurang lebih covernya begini pas di wattpad. Jaman 2019, belum kenal baik sama canva. Masih pake aplikasi phonto, trus apalah gitu. Picture juga main comot internet aja dulu mah. Nggak kayak sekarang yang mikir keras, boleh nggak kayak gini.Blurbnya kurang lebih begini sih, Luna Lugo dihantui penggemar rahasia yang awalnya membuat ia senang bukan main. Namun pesan cinta berantai yang didapatnya dari Lovesick Bear malah menjadi bumerang yang menyerang dirinya perlahan. Ia ditemani oleh Tinah dan Abel serta pacar tampannya Bobbie, mencoba menyingkap fakta siapa sebenarnya Lovesick Bear. Berhasilkah mereka? Siapa sebenarnya Lovesick Bear dan apa yang dia inginkan?
Lengkapnya silakan cek sendiri di wattpad atau klik di sini.
Semakin banyak usia, semakin banyak pertimbangan.
Bukan saatku untuk terus pindah berkala rumah ke rumah. Sudah banyak pelajaran yang aku ambil. Ini saatnya untuk mengamalkannya. Tapi masih banyak tapi yang menghalangi. Banyak berkas yang perlu ditilik lagi.
Tak ada yang tahu bagaimana masa yang akan datang nanti. Apa memang karena tujuanku yang belum tiba atau mungkin semesta yang tak memberiku sedikit iba? Kalau begitu, kapan aku bisa tertidur tenang tanpa memikirkan tentang apa yang akan datang? Sudah tubuh lelah dengan rutinitas sekarang, kepala pun penat dengan yang hari esok.
Apa ada mantra untuk menerawang masa yang akan datang? Kalau ada, beritahu aku secepatnya agar aku bisa melihat esok hari dengan harapan bukan dengan asa yang terus patah seperti yang terjadi selama ini.
Semua yang disemogakan belum terealisasi kan. Daftar panjang yang entah sampai seberapa panjangnya belum bisa dituai. Bisakah semesta memberi secuil kisi-kisi untuk melegakan napas ini sejenak, menyempatkan memuja pencipta tiap Minggu namun belum ada jawaban untuk ini semua justru yang kutemukan adalah makna. Belum ada mantra yang ampuh untuk mengatasinya.
Sumur asaku semakin mengering. Makna yang kutemukan tak mempan untuk mengisinya. Semesta yang semakin sakit semakin sulit untuk dibisiki apalagi merevisi masa yang akan datang. Ia minta tanpa perantara untuk menemuinya namun masih banyak gemuruh yang mengganggu janji temunya.
Apapun yang terjadi aku akan terus mencari mantra milikku sendiri untuk menerawang masa yang akan datang yang mungkin, bisa jadi lebih baik dari rancangan semesta.



- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact