Jumat, 06 Agustus 2021 0 comments

berdua menuju senja

Mereka bukanlah pasangan romantis, tak pernah beradu tatap mesra atau mengumbar kata sayang. Bahasa cinta mereka tak kasat mata, namun benar adanya. Tuan dan Puan yang sadar jauh berbeda—yang semakin dicari persamaannya semakin tak ditemukan, namun mereka tetap mencoba menjahit celah itu agar terasa utuh.

Jarak tak membuat mereka berjarak. Selisih keyakinan tak menggoyahkan tekad. Ombak telah mereka lalui, ujian datang silih berganti, waktu habis untuk meneguk cangkir masing-masing sambil menertawakan dunia.

Hingga senja itu tiba, angkasa merah menjadi saksi. Tidak ada pesta, tidak ada kata manis. Hanya dua jiwa yang mengerti bahwa cinta tidak selalu soal menyatu, tapi tentang bertahan dalam perbedaan tanpa harus saling menyeret.

Sebab pada akhirnya, cinta bukan milik siapa yang paling mirip, melainkan siapa yang paling berani tinggal—meski tahu suatu saat, senja akan tetap memisahkan.
Rabu, 04 Agustus 2021 0 comments

Lovesick Bear : Novel Usang Yang Belum Bertemu Jodoh

 
Lovesick Bear
Mau ngenalin sama Lovesick Bear, novel yang sudah lama tamat di wattpad tapi sampai sekarang belum ketemu jodoh penerbitnya. Maklumlah, anget-anget tai ayam carinya. Sempet kepikiran buat self publish tapi ya gitulah, masih terkendala banyak hal. Mulai belum tahu banyak soal penerbit yang kira-kira bisa buat ngelahirin ini anak pertama, biaya, sampai mikirnya emang ada yang minat ya sama novel buatan aku. Kayak blog ini juga nggak yakin, ga ada yang baca juga. Modal pengen aja semuanya. Tapi nggak papa, semua pasti ada hikmahnya. Kalau bukan sekarang, mungkin nanti kapan-kapan.

Entah gimana dulu bisa betah nulis ini novel. Walau lama juga sih kayaknya dulu bisa tamat. Sempet naik turun juga moodnya buat nulis. Kalau nggak salah inget, dulu nulis ini pas awal-awal jadi pengangguran sampe dapet kerja juga sempet ngelanjutin ini novel. Inget banget dulu naik Trans Jakarta sambil ngetik ini di wattpad, udah banyak yang diketik ternyata nggak nge-save. Amsyong emang dulu.

Ide awalnya sih udah lama di kepala. Soal cinta-cintaan anak SMA-lah ya. Walau umur udah tuwir tapi kepala masih muda kok ini. Masih berasa baru kemaren bolos ke koperasi sekolah, dicari-cari guru BK gara-gara rok yang kependekan juga sering. Pokoknya kocaklah jaman sekolah dulu.

Cover Lovesick Bear versi Wattpad
Kurang lebih covernya begini pas di wattpad. Jaman 2019, belum kenal baik sama canva. Masih pake aplikasi phonto, trus apalah gitu. Picture juga main comot internet aja dulu mah. Nggak kayak sekarang yang mikir keras, boleh nggak kayak gini. 

Blurbnya kurang lebih begini sih, Luna Lugo dihantui penggemar rahasia yang awalnya membuat ia senang bukan main. Namun pesan cinta berantai yang didapatnya dari Lovesick Bear malah menjadi bumerang yang menyerang dirinya perlahan. Ia ditemani oleh Tinah dan Abel serta pacar tampannya Bobbie, mencoba menyingkap fakta siapa sebenarnya Lovesick Bear. Berhasilkah mereka? Siapa sebenarnya Lovesick Bear dan apa yang dia inginkan?

Lovesick Bear

Lengkapnya silakan cek sendiri di wattpad atau klik di sini.



0 comments

mantra untuk menerawang masa yang akan datang.

Hari yang ditunggu telah tiba, setelah penantian yang cukup lama. Sehabis pandemi yang menghalangi. Setelah telah kesempatan ketiga terlewati. Kini waktunya memilih (lagi). Kembali ke pelukan yang berulang kali mencampakan atau perpindah ke lain hati. Semua masih jadi dipertimbangkan. Semua masih bisa berubah. Semoga kali ini ia tak mengulangi kesalahannya, doaku. Namun tetap saja hatiku kembali meragu. Sejuta pertanyaan kembali menyeruak.
Semakin banyak usia, semakin banyak pertimbangan.

Timbangan usang kembali aku gunakan. Komparasi mulai mengalkulasi. Pilih Dia, tapi aku pernah tersakiti. Pilih Kamu, aku belum kenal betul. Dia dan Kamu sama-sama menjanjikan ketenangan tapi apakah yakin aku tak akan bosan di tengah jalan nanti? Usiaku sudah tak muda lagi, bukan waktunya untuk bermain hati.

Bukan saatku untuk terus pindah berkala rumah ke rumah. Sudah banyak pelajaran yang aku ambil. Ini saatnya untuk mengamalkannya. Tapi masih banyak tapi yang menghalangi. Banyak berkas yang perlu ditilik lagi.

Tak ada yang tahu bagaimana masa yang akan datang nanti. Apa memang karena tujuanku yang belum tiba atau mungkin semesta yang tak memberiku sedikit iba? Kalau begitu, kapan aku bisa tertidur tenang tanpa memikirkan tentang apa yang akan datang? Sudah tubuh lelah dengan rutinitas sekarang, kepala pun penat dengan yang hari esok.

Apa ada mantra untuk menerawang masa yang akan datang? Kalau ada, beritahu aku secepatnya agar aku bisa melihat esok hari dengan harapan bukan dengan asa yang terus patah seperti yang terjadi selama ini.

Semua yang disemogakan belum terealisasi kan. Daftar panjang yang entah sampai seberapa panjangnya belum bisa dituai. Bisakah semesta memberi secuil kisi-kisi untuk melegakan napas ini sejenak, menyempatkan memuja pencipta tiap Minggu namun belum ada jawaban untuk ini semua justru yang kutemukan adalah makna. Belum ada mantra yang ampuh untuk mengatasinya.

Sumur asaku semakin mengering. Makna yang kutemukan tak mempan untuk mengisinya. Semesta yang semakin sakit semakin sulit untuk dibisiki apalagi merevisi masa yang akan datang. Ia minta tanpa perantara untuk menemuinya namun masih banyak gemuruh yang mengganggu janji temunya.

Apapun yang terjadi aku akan terus mencari mantra milikku sendiri untuk menerawang masa yang akan datang yang mungkin, bisa jadi lebih baik dari rancangan semesta.

 
;