Tak terasa sudah hari Minggu lagi.
Buat kamu mungkin ini hari yang ditunggu. Setelah enam hari digempur deadline dan
rutinitas, akhirnya tiba saatnya untuk melepas penat dan lelah. Akhirnya punya
kesempatan untuk bangun lebih siang dan bersantai.
Banyak rasa yang datang hari ini.
Sebal, lelah, sedih, marah, semua saling sikut ingin menjadi pemeran utama. Tak
ada yang jadi juara. Saat mereka merangsek datang, hanya sepi yang muncul di
kepala.
Entah, seharusnya keramaian ini membuatku bahagia
namun malah kebalikannya. Ramai ini hanya pura-pura, sementara namun menjadi
akhir dari segalanya. Kepura-puraan ini membuatku semakin percaya kalau
kebohongan yang akan menang. Semua yang dimulai dengan kebohongan pasti akan berakhir dengan
kepura-puraan.
Dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. Yoh 8:32
Siang itu rumah sepi, hanya ada aku dan budheku yang sudah lanjut. Ibuku pergi menginap beberapa hari keluar kota dan ketiga saudaraku belum pulang sekolah. Aku masih sekolah dasar dan entah kenapa aku sampai di rumah lebih dulu. Seseorang mengetuk pintu, aku berlari antusias dan membukakannya. Aku tak tahu siapa dia, begitu pula budhe yang tiba-tiba muncul di belakangku. Ia memaksa masuk, ia terengah dan meminta segelas air.

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact