kembali kalah (lagi)
Mimpi lama yang telah terkubur, kembali bangkit seperti zombie . Dari balik bayangan kekalutan, ia mengendap-endap muncul. Dari bayang-bayang ketakutan, ia mengkagetkanku. "Lalu bagaimana?" Tanyanya. Semalam angin berbisik padaku, "Percuma untuk mengejarnya kembali, nyalimu tak ada. Apa kamu mau kembali kalah? Apa kamu berani mempertaruhkan semuanya?" Aku terdiam, tak ada jawab. Bayangkan kalau aku dulu mampu. Gemuruh tepuk tangan sudah ku tuai. Sanjung dan puji memenuhi lumbung. Namun nyatanya? Aku jatuh. Terkapar, sendirian dan tak berdaya. Mereka bilang aku belum beruntung. Mereka bilang aku terlalu muluk-muluk. Mereka bilang aku. Aku semakin jauh. Semakin ditenggok ke belakang, semakin dekat jaraknya. Mereka mampu mengejar. Fokus ke depan, musuh sudah tak terlihat. Beristirahat sebentar, makin tertinggal. Terus berlari, napas sudah senin-kamis. Pengin berjalan, terkejar yang lain. Semoga kita tak kehabisan semoga. Apalagi yang bisa aku harap. Pantas saja tidak....