De javu. Peristiwa semalam seperti mengulang cerita 12 tahun lalu. Aku cuma bisa menonton dari balik bahu, namun kali ini benar-benar milik orang asing. Tak ada yang berubah. Aku masih sama, perempuan bodoh yang selalu salah mencintai orang.
Lampau, kamu jadi orangnya. Lelaki yang sudah menjadi milik orang lain. Mungkin sampai sekarang kamu tak menyadarinya. Bisa jadi sama sekali tak mengingat aku siapa. Tapi terkadang aku masih ingin tahu keberadaanmu.
Untuk yang sekarang, lelaki itu bukan kamu. Dia orang lain yang senasib sepertimu, bisa aku miliki dalam mimpi. Kalau yang sekarang aku menangkap, dia juga menangkap sinyal dariku. Tapi, aku tahu diri kalau dia milik orang lain. Selain itu, juga terlalu banyak hal yang menghalangi.
Bandung sepertinya tak akan pernah menjadi persinggahan yang ramah buatku. Ia seperti persembunyian sementara, sebuah ruang transit yang hanya mengingatkanku pada kenyataan: aku tak pernah benar-benar punya rumah di hati siapapun.
Dan aku masih di sini, menunggu sesuatu yang entah apa, entah siapa.


0 comments:
Posting Komentar