Aku terlahir dari sekumpulan perasaan yang tak terucapkan sedang kamu di antara caci maki dunia yang berisik. Aku terbiasa diam, memendam semua yang aku rasa dan menjalani semua seolah tak terjadi apa-apa. Sedang kamu terbiasa berteriak meletuskan amarah, tanpa malu menangis dan semua yang ada meluap begitu saja. Jalanku tenang walau sesekali kerikil menghalangi namun yang kamu lalui tak tentu arah. Kadang badai atau ombak tinggi menghadang. Aku dan kamu berbeda.
Aku sering salah menaruh hati kepada seseorang namun kali ini yang paling salah. Aku tahu kamu sudah ada yang memiliki walau belum ada cincin yang mengikat. Aku tahu jarak kita terlalu jauh. Aku tahu jurang pemisah tak mungkin dihancurkan. Ceritamu terlalu rumit untuk aku yang tak ingin sulit.
Aku dan kamu tak akan pernah menjadi kita. Aku tahu benar dimana kakiku berpijak. Aku yang bodoh kembali rela menjalani jalan yang salah. Walau rasa ini tak mungkin berhenti secepat aku menaruh hatiku ke dirimu, ijinkan aku menjalani sakitku sendiri. Tolong berikan aku waktu untuk menyembuhkan hatiku. Terimakasih telah datang di hidupku yang abu-abu ini.

