Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

dia yang semoga akan lama.

mungkin Tuhan kasih aku kebahagiaan dengan cara aku merelakan yang sudah pergi terlebih dahulu. rasanya sulit membuka hati dimana dari luar, hidup ini tampak berjalan sempurna. hari-hari terisi rapi oleh rutinitas yang dianggap wajar: bekerja, menghasilkan uang, sesekali pergi berlibur. semuanya seperti memenuhi standar orang hidup pada umumnya. tidak ada yang benar-benar salah, tidak ada yang perlu dikeluhkan. tapi di balik kerapian itu, ada ruang kosong yang terus menganga. emosi yang tidak meledak, hanya hampa dan datar. perlahan, hidup terasa seperti daftar kewajiban yang harus diselesaikan agar tetap terlihat “normal”. setiap pagi dijalani bukan karena ingin, tapi karena harus. bahkan hal-hal yang seharusnya menyenangkan kehilangan rasanya. bukan lelah fisik yang menggerogoti, melainkan perasaan menjalani hidup tanpa benar-benar hadir di dalamnya. di tengah semua itu, tidak ada seorang pun yang benar-benar mengenal diri ini. dan yang lebih sunyi, diri ini pun tak sepenuhnya mengen...

berharap begini saja.

Gambar
Tahun ini aku tidak minta banyak. Bahkan mungkin tidak minta apa-apa. Cukup bertahan sampai akhir tahun tanpa drama tambahan, tanpa target palsu, tanpa daftar pencapaian yang harus dipamerkan agar terlihat hidup. Tidak ada kekhawatiran yang perlu dipelihara, tidak ada lomba yang harus dimenangkan. Bangun, jalan, pulang. Sesederhana itu. Aneh, tapi rasanya cukup. Aku tidak tahu ini disebut puas atau menyerah. Bisa jadi aku akhirnya sampai, bisa juga aku cuma kehabisan tenaga untuk peduli. Ambisi yang dulu ribut di kepala sekarang diam, tidak mati, tapi jelas tidak mau bangun. Rasanya seperti mesin yang masih menyala tapi tidak lagi ke mana-mana dan untuk sekali ini, aku tidak terganggu. Dulu aku berjalan pakai bahan bakar yang tidak sehat tapi efektif: kebencian, dendam, pembuktian. Semua itu mendorongku cepat, jauh, dan tanpa istirahat. Sekarang tangkinya kosong. Aku berdiri di sini sambil menatap sisa-sisanya, sadar bahwa ternyata ia tidak bisa dipakai selamanya. Ironis, tapi jujur: a...