Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

antrean mandi dan hal-hal yang tak pernah kusebutkan.

Gambar
Beberapa orang datang hanya untuk mengacau kebahagiaan. Kadang tanpa sadar, kadang memang sengaja. Pilihannya sederhana: larut dalam drama yang mereka ciptakan, atau membuat huru-hara baru sekadar untuk menghibur dirimu sendiri. Aku memilih yang kedua—karena hidup sudah cukup berat untuk ditambah beban yang bukan milikku. Debur ombak menemani pikiranku. Anginnya membawa rasa asin laut, dinginnya menempel di kulit, tapi ada juga tenang yang tidak bisa dijelaskan. Laut seolah mengingatkanku: segaduh apa pun manusia, semesta tetap punya ritmenya sendiri. Ombak datang, ombak pergi, tanpa peduli siapa yang sedang marah atau siapa yang sedang pura-pura bahagia. Aku menulis ini di Pulau Sebesi, Lampung, sambil menunggu antrean mandi yang panjang. Rasanya lucu, di tengah perjalanan yang seharusnya tentang keindahan dan liburan, aku malah menemukan ruang untuk berdamai dengan isi kepala. Menunggu, yang biasanya membosankan, justru jadi momen untuk menuliskan apa yang sering kutahan. Tapi berdam...

you going to be ok.

Isn't it crazy, how we can put so much effort into someone who don't have same energy? You just keep lying to yourself hoping it will get better but in reality it's just getting worst. You just denial with everything what you feel, what you watch, and what you do. Sometimes you feel happy just because he do the small thing to you like respond your chat quickly or keeping his promise to give you a call.  But in the other day, you realise that he do the same with the other too. That's a sign but you keep trying to hurt yourself. How stupid you are! When you getting tired, you wanna give up on that one person but in the end of the day you going back, keep thinking that everything will be okay and everything will be change.  He ain't worth those tears. You have to love yourself before you can love somebody else. Stop worrying about that one person who ain't puttin effort into you. You learned that hard way, they may be going through things and you wanna help but som...

the last person I was thinking about before I go to bed.

Ini aku tulis untukmu yang namanya tak akan lagi aku sebut. Perjalanan kita akhirnya selesai setelah semuanya berjalan di tempat. Aku dan kamu yang tak berujung menjadi kita. Aku dan kamu yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan hidup masing-masing. Pertemuan kita seolah sudah diatur semesta. Semua terancang mudah seakan memang sudah jalannya. Tapi ternyata badai menghancurkan semuanya. Rasa yang tumbuh perlahan seolah hilang hanya semalam. Teriakan masih membekas di tenggorokan, sembab di mata masih membekas, dan dirimu sudah pergi dari dekapan. Aku dan kamu yang terlalu sibuk dengan dunia kita masing-masing tanpa ada yang sadar bibit curiga mulai tumbuh. Ia menjadi gulma di pohon yang kita tanam sejak lama. Semua resah membaur tanpa kejelasan yang padahal kita sudah tahu bagaimana cara untuk menjawabnya. Aku ikut andil memupuk luka untukku sendiri sedangkan dirimu punya tanggung jawab merawat lukaku. Jarak yang tadinya tak jadi masalah kini menjelma menjadi alasan mengap...