Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

jangan berubah ketika kalian membaca ini!

Aku sulit menyusun kata dan menyampaikannya secara langsung. Aku merasa setiap bercerita, ceritaku tak kunjung mencapai klimaks. Lidahku pun mendadak kaku ketika ditodong pertanyaan, "kamu kenapa?" Padahal dalam hati aku senang, ketika ada orang yang ternyata menunggu kisahku. Walau aku juga tak tahu, bagaimana responmu setelah mendengar kisahku. Jujur aku ingin kalian tahu bagaimana aku dan perjalanan hidupku. Ketakutan terlanjur membalut lukaku. Aku yang sekarang, sulit terbuka dan menjadi misterius. Mungkin ini adalah kombinasi dari goresan yang selama ini aku kumpulkan. Mereka kini berubah menjadi benteng pertahanan yang kokoh. Aku tahu tak adil rasanya kalau aku menyimpan semua kisahmu tapi kamu tak punya kisah tentangku. Aku tahu kamu juga bertanya-tanya bagaimana ceritaku. Tapi, aku minta maaf karena aku tak bisa menceritakannya secara langsung. Bukannya aku tak mau tapi aku tak bisa. Aku paham kalau kalian tak bisa mengerti aku sepenuhnya kalau kalian sama sekali tak ...

semua lebih dari cukup.

Dulu aku sama seperti orang kebanyakan, menutupi semua luka dengan tawa, belum lagi berpura kuat agar semua tak melihat sisi lemahku. Aku rajin berganti topeng setiap saat, memolesnya sampai berkilau, dan menghiasnya dengan beragam pernak-pernik hingga aku tak tahu bagaimana wujud wajah asliku.  Menghapus dengan cleansing balm tak membantu semuanya hilang. Terlalu banyak aku mengenakan topeng kepalsuan ini. Terlalu tebal hingga sulit aku memudarkannya. Usahaku untuk melepaskannya sangat tak mudah. Aku harus melepaskan satu persatu, mengingat setiap detail wajah asliku, dan menerima mukaku yang sebenarnya.  Rekatan tiap topeng sangat erat, tiap aku mengelupasnya aku seperti membuka kisah lama yang ingin dilupakan. Tapi berkat topeng itu, aku bisa mengingat setiap luka yang pernah menyayat hatiku dan karenanya aku bisa sampai di pencapaian ini. Mau tak mau, aku harus mengikis topeng sampai aku bisa melihat aku yang sebenarnya. Supaya aku dapat menjadi aku.  Aku memang belum...