sudah jujur saja salah apalagi bohong.
Hari ini gajian kedua setelah kembali ke proyek. Setelah memaksa diri untuk keluar, ternyata Tuhan masih pakai diri ini di proyek. Mau sejauh apa aku menghilang, tarikan ini lebih kuat dari dayaku. Lucu memang kalau ingat bagaimana aku bisa kembali. Lewat sebuah panggilan yang awalnya kukira telepon biasa. Pertanyaan yang umum untuk basa-basi hingga ajakan untuk bergabung kesini. Tanpa pikir panjang, aku mengiyakan. Lalu, aku sampai di kota ini. Aku merasa ini semua memang sudah jalan hidupku. Aku tak ingin ada penolakan lagi sehingga aku tak bisa fokus dengan tujuan utamaku. Apalagi kalau bukan gaji bulanan yang semoga bisa menggemukan rekeningku. Tapi rintangan sebenarnya bukan karena kembalinya aku. Melainkan tawaran lain yang seharusnya bisa ikut menyumbang lemak-lemak dalam rekeningku. Mereka dengan mudah menawarkannya kepadaku bahkan kali ini tanpa ada tedeng aling-aling. Sebulan disini, aku sudah ditawari tiga kali. Dua kali lewat udara dan yang terakhir baru pagi tadi. Seh...