Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

kata maaf untukku.

Lembar demi lembar yang dibuka terdengar dari balik selimut. Suara televisi yang biasanya berkumandang hari ini absen. Lolongan anjing tetangga sayup membangunkan tidurku yang belum lelap. Ribut di kepalaku masih belum selesai dengan perkaranya. Maaf ini tak patut untuk mereka, aku yang seharusnya mendapatkan maaf itu. Aku tak bisa memilih dari rahim mana akan dilahirkan. Tak bisa memberi pendapat bagaimana cara dibesarkan. Hingga sekarang tak diberi ruang untuk sekedar hadir memberi pandangan.  Waktu luang yang ada juga tak pernah disuguhkan hangat untukku. Remah-remahnya yang seharusnya dibuang malah dikumpulkan kembali. Mereka menempatkannya di bekas bungkus yang masih lumayan bagus, kembali memakaikan pitanya, dan memberikannya kepadaku seolah itu hadiah mewah jerih payah selama tak bersamaku. Aku yang polos sangat bahagia menerimanya tanpa bertanya apa aku layak menerimanya.  Esok paginya aku jauh lebih mengerti, mencoba memahami kalau ini semua memang sudah menjadi takdi...