Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

utuh walau rapuh.

Gadis kecil yang bernama kejujuran itu meronta. Sekian lama ia dikurung, akhirnya kini ia bisa melihat langit. Tak ada lagi kegelapan. Tak ada lagi ruangan pegap. Sesak di dada ini ingin segera aku akhiri. Aku baru tersadar kalau diam dan memendamnya tak membuat aku lupa akan kejadian itu. Apa yang aku lakukan malah membuatnya semakin menggerogoti hatiku. Aku seperti menanam ingatan dan menantinya menjadi masa lalu yang semakin menghantui. Aku merawatnya, menyiangi dari rumput liar, menyiramnya dengan rutin, dan tak lupa memberinya pupuk terbaik. Kini aku menuai hasilnya. Ia telah menjelma menjadi ketakutan yang jelas sangat aku hindari selama ini. Aku masih sangat mengingatnya. Jelas. Semua terasa seperti baru kemarin terjadi. Dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. Yoh 8:32   Siang itu rumah sepi, hanya ada aku dan budheku yang sudah lanjut. Ibuku pergi menginap beberapa hari keluar kota dan ketiga saudaraku belum pulang sekolah. Aku masih sekolah dasar dan entah kenapa aku sam...

merangkum sewarsa.

Gambar
Tak terasa tiga ratus enam puluh lima hari berlalu dan semesta kembali memberi tiga ratus enam puluh lima hari lainnya untuk aku yang tak terlalu memberi kontribusi untuknya. Rencana demi rencana yang lalu belum semuanya terlaksana, beberapa daftar panjang masih belum tercoret dan sebagian resolusi belum terealisasi.  Hari ini lembar pertama buku baru dimulai. Kegagalan yang sebelumnya menyerang belum bisa dihadang. Kecewa yang lalu belum sepenuhnya berlalu. Ruminasi kembali berkunjung di malam hari. Patah hati yang mendekap malah mempererat pelukannya.  Setelah melalui tangis, tawa, kegagalan, dan berulang kecewa kini banyak halaman kosong yang bisa saja akan sama dengan buku sebelumnya atau bisa jadi lebih buruk. Tapi sebelum pesimis, aku percaya bekal pengalaman dan pelajaran hidup kemarin cukup untuk membawaku dan bahagia melalui peperangan di tahun yang baru.